Sabtu, 30 Desember 2017

Ronin

Ronin dalam sejarah Jepang berarti samurai tanpa tuan. Agak susah dibayangkan dalam dunia modern mengenai definisi ini.  Tanpa tuan ini dapat diartikan sebagai tidak bekerja untuk otoritas tertentu atau penguasa tertentu pada masa jepang kuno otoritas tertentu adalah daimyo atau penguasa wilayah dan shogun. Meski tanpa tuan ronin bukan berarti tanpa aliran atau sekolah dan bukan berarti ronin ini tidak berafiliasi dengan kelompok tertentu. Mungkin lebih mudah kita samakan dengan preman. Pengertian preman adalah orang bebas, orang di luar otoritas,  meski pada suatu saat tertentu preman bekerja untuk kepentingan otoritas namun dia bukanlah pegawai atau bagian dari otoritas tersebut. Sama seperti ronin, preman juga kadang berkelompok demi kepentingan mereka.  Pada jaman kuno ronin dipekerjakan secara freelance bisa sebagai eksekutor, prajurit bayaran maupun mata mata. Meski sifatnya secara umum adalah freelance ronin sering kali akhirnya bekerja secara tetap kepada otoritas tertentu sehingga statusnya sebagai ronin hilang.
Ronin yang tidak memiliki pekerjaan freelance tidak jarang mempertahankan hidupnya dengan cara merampok dan melakukan tindak kejahatan lainnya.
Lantas apabeda ronin dengan yakuza? Yakuza dapat dikatakan sebagai turunan dari ronin, sifat dan karakter yakuza dengan ronin ada beberapa perbedaan dan akan kita bahas dalam artikel tersendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.