Jumat, 12 Agustus 2016

Semangat Ninja

Ninniku Seishin atau Ninja Seishin (Semangat Ninja) adalah suatu syair tradisional yang direnungkan  dibeberapa dojo Bujinkan dalam upacara pembukaan maupun penutupan latihan. Bunyi syair Ninniku Seishin asalah sebagai berikut :

“Inti dari Ninniku seishin adalah semangat ninja yang memiliki kekuatan untuk menggunakan kesabaran yang dipadukan dengan tubuh, pikiran dan alam bawah sadar. Kekuatan tersebut hanya dapat diperoleh melalui latihan, hasilnya adalah nintai seishin yaitu kemampuan untuk menerima penderitaan dan kemudian membuangnya bersama dengan dendam, rasa kecil hati, rasa putus asa dan rasa rendah diri. Seorang ninja sejati tidak mengutamakan senjata melainkan kekuatan batin arti sejati dari Nin asalah Kajou Waraku yaitu memiliki hati yang laksana bunga yang penuh dengan kegembiraan, penuh dengan kedamaian dan kasih sayang. Ilmu yang terpenting adalah menguasai dengan baik tentang taktik dan siasat maka dengan demikian seorang ninja dapat terhindar dari bahaya. Dengan menggunakan kekuatan bumi, air, api, angin dan angkasa utk mengalahkan angkara murka.”

Dari syair tersebut secara tersurat bisa kita lihat bahwa senjata utama seorang ninja bukan pedang, shuriken, bo dan lain-lain melainkan kekuatan batin atau kekuatan cipta. Kekuatan batin berawal dari kekuatan pikiran. Lantas kalau begitu mengapa seorang ninja perlu berlatih taijutsu dan sebagainya? Untuk bisa mengarahkan pikiran dalam kondisi tertentu maka tubuh harus dilatih pada kondisi tertentu pula. Dalam artian supaya tubuh bisa bereaksi sesuai cipta maka diperlukan metode latihan tertentu. Selain olah fisik, untuk melatih cipta yang baik seorang harus dapat mengendalikan informasi terutama yang masuk ke dalam dirinya. Sejatinya informasi itu sifatnya adalah netral sampai pada level manusia memberi atribut baik atau buruk, berguna dan tidak berguna, diinginkan atau tidak diinginkan, dibutuhkan atau tidak dibutuhkan dan sebagainya. Seringkali terjadi orang mengalami keterpurukan akibat tidak bisa mengolah informasi. Dalam ninjutsu kita tidak hanya belajar utk membeladiri secara fisik karena perspektif konflik dalam ninjutsu skalanya bukan hanya skala fisik namun mencakup skala yang lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar