Rabu, 24 Agustus 2016

Dojo Kun / Dojo Etiket

Dojo Kun / Dojo Etiket
Hadir dengan mengutamakan kesabaran. Memahami bahwa ketahanan itu sesederhana kepulan asap.
Memahami bahwa kemanusiaan adalah akibat dari keadilan. Memahami bahwa jalan kemanusiaan adalah keadilan.
Lupakan keinginan, lupakan kemudahan, lupakan ketergantungan pada orang lain.
Memahami bahwa kesedihan dan kekhawatiran adalah alamiah dan terus mencari semangat yang tak tergoyahkan.
Tidak menjauhkan diri dari kesetiaan dan persaudaraan dan selalu merenungkan semangat Budo.

Toda Shinryuken Masamitsu 1891
Soke XXXII Togakure Ryu

Poin 1 adalah arahan bahwa para praktisi wajib mengutamakan kesabaran pada saat menghadiri latihan dengan demikian dia bisa menerapkan kesabaran dalam kehidupan sehari - hari. Kesabaran dalam Togakure Ryu merupakan konsep yang sederhana seperti kepulan asap, bisa terlihat pekat di depan mata, tak bisa dipegang namun bisa dirasakan.
2. Keadilan memunculkan adanya peradaban, suatu peradaban yang ideal dalam hati tiap insan adalah peradaban yang berdasar pada keadilan yang sifatnya universal. Untuk bisa membangun keadilan yang sifatnya universal idealnya manusia mencapai kesadaran universal.
3. Dalam kehidupan manusia keinginan sering kali membaur dengan kebutuhan. Bahkan banyak orang yang tidak bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Hal ini yang sering kali menjadi sumber pertikaian dan keterpurukan. Lupakan kemudahan artinya jangan menganggap enteng segala hal. Dalam latihan seringkali kihon dianggap remeh padahal kihon yang bisa membawa praktisi kepada penguasaan teknik. Seorang Shinobi adalah seorang ahli strategi yang memiliki kepekaan dan penguasaan idealnya seorang shinobi adalah mengayomi bukan tergantung kepada orang lain.
4. Kesedihan maupun rasa khawatir adalah hal yang alami dalam kehidupan, ini merupakan proses latihan jiwa, idealnya seorang shinobi atau budoka tidak berlarut dalam kesedihan maupun kekhawatiran sehingga tercapai pengertian mengenai semagat yang tak tergoyahkan atau fudoshin.
5. Tidak menjauhkan diri dari kesetiaan, yaitu kesetiaan pada leluhur,pada negara, pada keluarga, pada jalan keadilan, pada keadilan universal alam semesta. Dan juga kesetiaan pada persaudaraan dalam Bujinkan dojo. Senantiasa merenungkan semangat budo, semangat budo adalah semangat prajurit, seorang prajurit pada saat bangun pagi sudah siap dengan segala kemungkinan yang dihadapi, meski kemungkinan itu adalah pertaruhan nyawa. Seorang prajurit juga merupakan pengayom bagi orang disekitarnya, motivator bagi orang disekitarnya. Jadi yang dimaksud di sini meski kita tidak berprofesi sebagai seorang militer akan tetapi memiliki jiwa dan batin seorang prajurit. Terlebih apabila militer dan penegakan hukum adalah profesi kita hendaknya bisa semakin lebih baik dengan berbekal semangat dari Bujinkan.

Dialih bahasa oleh Prisotya Martadi, Bujinkan Indonesia Dojo Cho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.