Senin, 04 Januari 2016

Mc Dojo??


Banyak orang ngira kalau Bujinkan adalah masalah uang, dalam artian kamu punya duit kamu dapat lisensi terus kamu buka dojo dan jadi Sensei. Kami berpikir prasangka ini tidak Cuma terjadi pada Bujinkan saja tapi juga pada seni beladiri asing lain yang masuk ke Indonesia. Di luar fenomena beli lisensi ini secara popular disebut Mc Dojo. Jadi modusnya seperti kamu beli lisensi, dapat starter kit dan operasikan toko. Budo sejati tidak seperti ini, kalau mungkin anda adalah salah satu orang yang menilai Bujinkan adalah mac dojo, anda “SALAH TOTAL”. Dan perlu diketahui sampai sekarang pengertian atau definisi dari McDojo juga belum jelas.
Memang banyak dari jajaran instruktur kami di luar yang bikin lapak – lapak online untuk pelatihan jarak jauh melalui panduan internet maupun video. Hal ini bukan untuk membenarkan tentang system MC DOJO akan tetapi sebagai sarana pengenalan bagi orang yang pingin kenal dengan ninjutsu, karena ada orang yang ingin kenal hanya melihat dulu, ada juga yang pingin kenal dengan mencoba bergerak melakukan teknik yang ada dalam video. Meskipun dalam pelatihan jarak jauh disediakan fasilitas ujian dengan video recording atau mungkin saat ini bisa menggunakan video call tetapi sudah disepakati di lingkungan kami bahwa untuk ujian ke Yudansha harus ada pertemuan langsung untuk retraining, mungkin ini jarang dijelaskan disitus Bujinkan yang lain. Apa yang kami sebut rank up sebenarnya adalah terdiri dari retraining yang merupakan penyegaran dimana pelatih akan mengisi kekosongan prinsip dalam teknik yang dilakukan juniornya, evaluasi, baru kemudian memberikan training atau pelatihan ditingkat yang baru. Jadi konsep rank up atau Ujian Kenaikan Tingkat dalam Bujinkan bukan sekedar evaluasi yang berfungsi menilai orang layak untuk naik atau tidak. Fenomena pelatihan online muncul di Negara – Negara yang secara umum jarak antara rumah praktisi dan dojo cukup jauh, seperti di Amerika Serikat dan Australia. Di dua Negara yang saya sebut terakhir ini tidak jarang orang harus berkendara selama 1- 2 jam untuk menuju tempat latihan. Mungkin hal ini jarang terjadi di Indonesia dan hampir tidak mungkin terjadi di Singapore.
Materi atau ilmu yang ada dalam Bujinkan bukan semata – mata urusan teknis tetapi prinsip, komunitas yang bersifat kekeluargaan dan sebagainya. Kalau teknik semata mungkin bisa anda dapat dengan menonton dvd atau fasilitas online lainnya, tetapi prinsip, dan spirit yang ada dalam teknik hanya dapat anda peroleh melalui pelatihan langsung, oleh karena itu banyak para Shihan atau Shidoshi atau Dojo Cho yang secara berkala tetap berusaha hadir dalam event pelatihan baik nasional maupun lintas nasional. Ini bukan semata – mata menyeragamkan teknik, tetapi penyeragaman spirit, penyeragaman prinsip dasar. Dengan pemahaman prinsip dan spirit anda tidak perlu belajar teknik pembelaan diri (Goshinjutsu) secara terpisah. Itulah kenapa di Bujinkan ada event Seminar, Taikai dan Gashuku.
Soal iuran honbu apakah ini adalah licensing fee? Banyak orang yang salah kira soal iuran tahunan untuk honbu, mereka pikir ini adalah licensing fee, kami tegaskan bahwa iuran honbu adalah iuran honbu bukan licensing fee, fungsi dari iuran honbu adalah untuk mendanai interior dan operasional honbu, senjata dan alat – alat latihan, termasuk matras dan lain – lain perlu diperbaharui karena yang memakai bukan Cuma 10 orang saja tapi ratusan mungkin ribuan orang dari seluruh dunia. Buku – buku, video – video juga dimodali dari iuran honbu, termasuk gedung Honbu yang baru sekarang juga dimodali dari iuran honbu. Jadi kalau pada suatu saat anda sedang tidak mampu untuk membayar iuran tahunan, beritahulah Sensei atau Sempai anda, pelatih atau senior yang bijak pasti akan memberikan solusi yang baik, karena di Bujinkan anda bukan user tetapi bagian dari suatu komunitas.


Prisotya Martadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.