Minggu, 13 Desember 2015

TERLALU TUA UNTUK BELAJAR?

Mungkin suatu saat anda browsing di Internet dan membaca artikel mengenai seni beladiri. Kemudian anda ingat pengalaman anda dulu sewaktu SMP atau SMA. Di mana saat itu mungkin anda berlatih silat atau karate karena kewajiban kurikulum olah raga di sekolah. Saat itu kegiatan beladiri anda rasakan sifatnya fisik banget, latihan yang ditempuh berupa latihan lari, push up, set up puluhan kali dan tidak jarang latihan sparing olah raga yang bisa membawa cedera. Lantas anda menyadari realita anda saat ini, seorang yang sudah berusia lebih dari 30 tahun. Mungkin saat anda browsing ada terlintas dipikiran anda “ Ahh Ninjutsu, kenapa baru sekarang ada di Indonesia? Sekarang saya sudah di atas 30 tahun, kalau saya seorang petinju saya mungkin sudah pension sekarang”
Baik, yang di atas itu merupakan ilustrasi pikiran dari kebanyakan orang di atas 30 tahun untuk membuat alasan soal keengganan dalam belajar seni beladiri. Image ninjutsu yang beredar di masyarakat adalah ketrampilan melompat, berlari cepat yang sarat dengan segala macam kelincahan. Namun pada faktanya pada saat ini di luar Indonesia banyak praktisi ninjutsu yang mulai latihan dari umur di atas 30 bahkan 40 tahun bahkan ada diantara mereka yang untuk mengikuti latihan harus menempuh perjalanan 1 jam dari tempat tinggalnya.  Kekhawatiran orang yang berusia di atas 30 tahun mayoritas karena hal – hal sebagai berikut :
  1. Tulang tidak sekuat dulu atau gampang kesleo
  2. Takut cepat salah urat
  3. Napas sudah jelek, terutama bagi yang merokok.
  4. Khawatir jika ditertawai jika tidak bisa
  5. Khawatir jika cidera karena pukulan pulihnya akan lama
  6. Khawatir tidak hafal teknik atau jurus
  7. Dan sebagainya
Kami tegaskan sekali lagi kekhawatiran tersebut di atas tidak beralasan, dalam Bujinkan tidak ada system latihan dengan pemaksaan. Ingat anda masuk Bujinkan dan bukan masuk militer, Bujinkan bukan organisasi militer meskipun yang dipelajari merupakan ilmu keprajuritan. Apabila kekhawatiranya adalah gampang salah urat atau tulang sudah mulai menua, dalam Bujinkan ada suatu metode yang disebut Junan taisho. Junan Taisho merupakan teknik Yoga ala Ninja untuk melatih kelenturan dan kekuatan tulang dengan system tanpa paksaan, karena tidak dapat kita pungkiri bahwa secara alamiah tingkat kelenturan otot maupun tulang akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Teknik Junan Taisho ini juga merupakan latihan yang membuat napas lebih stabil dan lebih harmonis.

Dalam ninjutsu kabar baiknya anda tidak perlu banyak hafalan, adapun jurus atau kata dalam ninjutsu mayoritas tidak lebih dari 4 langkah. Selain itu tingkat cedera latihan ninjutsu secara fakta lebih rendah daripada berlatih beladiri lain, karena yang kami pelajari adalah bagaimana harmoni dan selaras dengan lawan, sepintas kedengaran seperti aikido tetapi rumusan dan konsep harmoni dalam ninjutsu berbeda dengan aikido, begitu pula pola gerakannya. Semoga sharing ini membawa motivasi bagi pembaca untuk mempelajari seni beladiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar