Senin, 12 Oktober 2015

Pendalaman Kihon


Dalam seni beladiri Jepang para leluhur, sensei dan sempai pendahulu kita selalu mengatakan “kembali ke Kihon” atau back to basic, latihlah kihon terus menerus. Ungkapan – ungkapan tersebut bisa dimaknai bahwa kita harus melatih gerakan kihon sampai ratusan kali bahkan ribuan kali sehingga timbul suatu reflek atau memori otot. Pemaknaan ada benarnya tetapi tidak sepenuhnya benar, apabila anda seorang olahragawan mungkin kami bisa benarkan 100%, tetapi dalam konsep seni beladiri tradisional kita tidak bisa berhenti pada konsep melakukan repetisi yang menimbulkan memori otot saja. Apabila kita berhenti pada konsep kihon pada memori otot kita bisa terjerumus pada mindset spesialisasi, konsep spesialisasi dalam bujinkan sangat dihindari karena hal ini bisa menimbulkan suatu stigma yang memudahkan lawan membaca kita. Dalam mengolah atau melatih kihon sebaiknya kita kembali ke dasar sekali, hal yang paling dasar adalah body mechanic atau mekanisme kerja tubuh manusia yaitu dengan cara memahami cara kerja tubuh kita dulu kemudian ada jutsu atau teknik atau ilmu. Kita upamakan mekanik tubuh atau tubuh kita ini motor dan jutsu adalah manual atau buku panduan penggunaannya. Kalau kita bisa pahami konsep dasar ini maka kita tidak perlu melakukan modifikasi teknik yang terlalu melenceng dari pakem. Contoh dalam latihan “Omote Gyaku” : Uke mencengkeram kerah baju Tori (pelaku teknik) dengan tangan kanan, kemudian Tori melakukan cover dengan tangan kiri dan melakukan sabaki dengan kaki kanan 45º ke kanan. Setelah tangan uke terlepas tori melakukan pegangan pada telapak tangan uke dibarengi dengan sabaki dengan kaki kiri 45º ke belakang kiri. Konsep teori seperti yang kami ungkapkan di atas. Akan tetapi ada kemungkinan missal pada saat tori berusaha melepaskan tangan uke dari kerah, peganganya terlalu kuat sehingga tangan uke tidak bisa terlepas. Pada kasus ini kebanyakan orang akan melakukan jalan pintas dengan mencari teknik lain untuk melepaskan tangan uke di luar omote gyaku dan mungkin teknik tersebut berhasil, tapi kami katakan secara jujur bahwa OMOTE GYAKU nya telah gagal karena dia telah menyerah dalam melakukan latihan KIHON, dia hanya terpaku pada buku petunjuk dan tidak mengindahkan atau meneliti lebih cermat tentang body mechanic. Apalagi jika dia secara serampangan mengatakan " Lho kan ada metsubushi, kan ada Shuriken??" Sekali lagi kami cuma bisa bilang bahwa anda GAGAL.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar