Kamis, 15 Oktober 2015

Budoka Tradisionalis

Dalam dunia seni beladiri ada suatu paradigma tentang tradisional budo, gendai budo, sport budo dan goshinjutsu.
Tradisional Budo adalah beladiri yang di dasari pada suatu Ryu ha yang hidup tolok ukur hidup di sini ada Soke atau Kepala yang memimpin dari jaman terbentuknya suatu ryu sampai pada jaman sekarang.
Gendai Budo adalah suatu bentuk sistem seni beladiri yang muncul setelah orang Jepang mengalami kontak dengan budaya barat. Ciri khas dari gendai budo adalah penggunaan kata Do pada nama suatu beladiri. Misal Kendo, kendo adalah seni anggar yang berdasarkan pada Kenjutsu dan Iaijutsu. Kendo muncul karena orang Jepang menginginkan suatu bentuk olah raga anggar yang mirip dengan anggar barat tetapi berdasarkan pada seni pedang jepang atau kenjutsu. Begitu pula karatedo dan judo. Judo muncul karena orang jepang pada masa restorasi ingin memiliki olah raga semacam gulat tetapi didasarkan pada seni beladiri tradisional yaitu jujutsu sehingga munculah judo dengan segala macam peraturannya. Gendai budo inilah yang mendasari terciptanya sport Budo meskipun tidak semua gendai budo mengarah pada sport budo misal Aikido, aikido adalah suatu seni beladiri murni yang tetgolong pada gendai budo. Jukendo atau permainan bayonet juga merupakan gendai budo tetapi tidak tergolong dalam sport budo karena kebanyakan dimainkan oleh kalangan militer.
Goshinjutsu adalah suatu bentuk beladiri praktis disampaikan kepada orang - orang yang mempelajari juga secara praktis dan mudah dipahami serta mudah diduplikasi sehingga dalam waktu yang sangat singkat seorang awam bisa melakukan pembelaan diri.
Lantas kenapa orang yang belajar Kobudo berprinsip lebih kolot? Sebetulnya bukan kolot tapi suatu prinsip untuk menjaga amanat dari para pendahulunya. Karena ada suatu kepercayaan bahwa suatu Ryu sebelum dituliskan dalam densho, ryu tersebut adalah merupakan wangsit atau wahyu yang diperoleh oleh pendiri ryu pada masa perang sehingga sang pendiri ryu tersebut selamat sampai akhir hayatnya. Hal ini yang menjadi dasar dari kesetiaan dalam suatu ryu ha. Setia pada leluhur, para pendahulu termasuk guru dan Sempai. Setia pada idealisme ryuha, percaya pada diri sendiri bahwa yang bersangkutan mampu berjuang dan berlatih untuk mencapai idealisme tersebut. Dan percaya bahwa metode atau ryuha tersebut telah menyelamatkan banyak nyawa di masa lalu maupun masa sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar