Jumat, 04 Agustus 2017

Tanggapan soal komentar maupun pertanyaan yang bersifat anonymous


  1. Komentar yang dibuat secara anonym atau tidak mencantumkan nama entah karena takut atau karena inferior, tanggapan kami anonym bukan orang, bukan subyek hukum sampai yang bersangkutan bisa membuktikan kalau dia adalah orang.
  2. Untuk mengatakan atau mengomentari Bujinkan adalah fraud harus punya bukti pembanding. Komentar semata hanya kami anggap omong kosong dan debat kusir. Mau dibawa ke pengadilan pun kami siap membuktikan bahwa bujinkan adalah benar baik dari segi silsilah maupun dari sisi lain. Soal bagaimana cara memiliki bukti yang benar silahkan Tanya ke kantor polisi, kejaksaan atau kantor advokat terdekat.
  3. Kalau ada anonym yang meminta kami bersikap ksatria untuk menanggapi mereka, Sikap kami sama sekali menolak permintaan tersebut karena sekali lagi anonym bukan orang dia tidak akan menyandang hak sampai dia bisa membuktikan bahwa dia adalah orang.


Motto

Made in Indonesia Forge by Bujinkan Japan Technology
Using Classical Wisdom to Resolve Modern Problem

Buatan Indonesia ditempa dengan teknologi Bujinkan Jepang
Menggunakan kebijakan leluhur untuk menyelesaikan masalah modern

(Bujinkan Indonesia)

Minggu, 16 Juli 2017

PELAJARAN DASAR



PELAJARAN DASAR
Materi dalam Bujinkan berdasarkan pada pedoman yang disebut dengan Ten Chi Jin Ryaku No Maki. Pada tahap awal anggota Bujinkan Indonesia dikonsentrasikan untuk mempelajari Sanshin No Kata atau Gogyo. Kenapa harus Sanshin? Kenapa tidak langsung pada Kihon Happo? Materi dasar di Bujinkan bersumber pada materi dasar Gyokko Ryu Koshijutsu yaitu Sanshin dan Kihon Happo.  Kihon Happo sendiri bersumber pada Sanshin dimana pola dasar gerak dan atemi dari Koshijutsu diperkenalkan. Dalam sanshin kita diajarkan bergerak baik dengan seluruh tubuh sesuai dengan ken tai ichi jo maupun bergerak dengan menggunakan putaran pinggang atau koshi mawari. Dalam sanshin kita juga dikenalkan pada :

  1. 1.       sanshitanken yang merupakan pola dasar gerakan mengayun dari atas ke bawah dan ke atas depan seperti ayunan bandul, dari segi senjata serang sanshitanken merupakan pola dasar untuk tusukan jari dan cengkeraman.
  2. Shuto ken atau Shito ken dari sanshin kita akan bisa memahami kenapa shuto juga disebut kitenken atau pukulan berputar atau mengapa dulu gyokko disebut shitojutsu
  3. Boshiken yang merupakan pukulan dengan ujung ibujari
  4. Happaken dan Shakoken atau pukulan dengan telapak tangan dan cakar
  5. Sokuyaku geri atau tendangan dengan tumit.

Dalam penjelasan sanshin yang diberikan saat latihan kita akan menjumpai Kihon happo didalamnya. Bisa dikatakan bahwa Kihon happo tersembunyi di dalam Sanshin atau Kihon Happo berasal dari Sanshin.
Selamat Berlatih
Ganbatte

(Prisotya Martadi)

Kamis, 22 Juni 2017

bujinkan indonesia: PROFESIONALISME BUDOKA

bujinkan indonesia: PROFESIONALISME BUDOKA: Untuk menjadi Profesional seorang Budoka wajib : a.        Kompeten, seorang Budoka wajib untuk kompeten untuk belajar dan berlatih u...

PROFESIONALISME BUDOKA



Untuk menjadi Profesional seorang Budoka wajib :
a.       Kompeten, seorang Budoka wajib untuk kompeten untuk belajar dan berlatih untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan sesuai dengan tingkatan yang disandangnya.Tingkatan atau title bukan hanya merupakan pencapaian melainkan juga merupakan tanggung jawab.
b.      Bertanggung jawab, seorang Budoka harus paham dengan yang tanggung jawab yang dibebankan pada mereka dan berusaha keras untuk memenuhi tanggung jawab  tersebut. Sebagai ahli waris yang sah dari tradisi Bushi maka tanggung jawab seorang Budoka pertama tama adalah menjaga dan menegakan harmoni di masyarakat secara universal.
c.       Dedikasi, untuk menjadi berdedikasi sorang Budoka wajib memiliki semangat berkorban. Berkorban untuk menjadi kompeten dan menjadi bertanggung jawab dengan jalan selalu mengevaluasi diri supaya tidak masuk ke dalam zona nyaman.

Minggu, 05 Februari 2017

Disclaimer

DISCLAIMER
Sehubungan kami lihat ada pihak - pihak yang tidak berkepentingan menggunakan nama Bujinkan atau Togakure Ryu atau nama Soke Masaaki Hatsumi demi kepentingan pribadi maupun golongan. Maka kami perlu mengeluarkan stateman ini.
Segala bentuk tulisan, terjemahan, saduran, gambar - gambar baik bergerak maupun tidak bergerak yang ada dalam media elektronik milik Bujinkan Indonesia atau Bujinkan Togakure Ryu Indonesia adalah hak kekayaan intelektual dari Bujinkan Dojo secara umum dan khususnya Bujinkan Indonesia serta affiliasinya dan dapat dikenakan penuntutan hukum bagi yang menggunakan tanpa ijin.
Bujinkan Indonesia tidak bertanggung jawab atas segala akibat penggunaan tanpa hak oleh pihak lain yang tidak terafiliasi dengan kami.

TTD

Pengurus Pusat Bujinkan Indonesia

Rabu, 09 November 2016

Atemi Tanren

Atemi No Tanren atau Atemi Tanren merupakan salah satu pelajaran dalam Bujinkan yang bersumber pada Koto Ryu Koppojutsu. Kalau anda sebagai orang luar atau mungkin siswa Bujinkan yang baru berniat mendalami Koto Ryu anda akan menemukan bahwa secara instruksional tertulis atemi no tanren adalah latihan memukul benda mati bisa makiwara, sansak untuk adaptasi modern atau benda alam seperti latihan dalam Shinden Fudo Ryu. Atemi adalah teknik memukul dengan tangan dan kaki bukan merujuk pada mekanik tubuh saja melainkan juga pada senjata pemukul atau bagian tubuh yang digunakan misal kento atau kepalan tangan yg dalam bujinkan populer disebut fudo ken. Tanren terdiri padi aksara Tan (鍛) yang berarti disiplin, menempa dan Ren (錬) yang berarti menjadikan suatu bentuk, menggubah. Dengan demikian Tanren bermakna latihan dengan menggunakan tubuh pikiran dan rasa untuk menjadikan suatu bentuk. Dalam hal Atemi Tanren maknanya adalah latihan atau menempa tubuh pikiran dan rasa agar memahami atemi atau alat memukul.
Merujuk diskripsi tersebut atemi tanren bukan semata - mata memukulkan tubuh pada suatu sasaran karena latihan memukul makiwara adalah pada level Kihon. Soke pernah mengatakan bahwa dasar dari semua Kihon adalah Kiso, bisa dikatakan jika Kihon adalah pondasi bangunan maka kiso adalah tanah dan urugan tanahnya. Apa yang disebut kiso ini adalah Ryutai Undo atau Latihan Tubuh Naga, Mokuso atau Meditasi, dan Kokyuho atau teknik pernapasan. Orang yang memahami kiso akan mendapatkan kihon yang baik.
Ganbatte
Bud Martadi