Minggu, 29 April 2018

Training Trip Bangkok Thailand Bagian 2

Baiklah, sebelum lupa saya lanjut menulis tentang training trip di Bangkok.  Saya sampai di gerbang gedung tempat latihan Bujinkan Thailand kurang lebih jam 12.50 waktu setempat, saya melapor di pos jaga disambut seorang berseragam tentara dia bilang, "No speak English, go there" sambil menunjuk kompleks gedung. Saya langkahkan kaki ke arah gedung tersebut dan kebeltulan melihat seorang dari arah parkiran mobil membawa tas bokken,  langsung saya tanya ke orang itu, " Are you Bujinkan member? " Orang tersebut menjawab "Yes" lalu saya perkenalkan diri dengan bahasa Inggris dan dia ajak saya masuk ke gedung.
Tempat yang saya datangi ini merupakan dojo pusatnya Bujinkan Thailand dibawah asuhan Dai Shihan Ake Osothong. Masuk ke ruangan dojo saya berkenalan dengan beberapa orang yang nama namanya sulit saya ingat maklum nama nama orang Thailand beda dengan nama Indonesia dan nama Barat, hampir 90% yang hadir adalah Yudansha hanya ada 2 orang peserta level kyu. Saya bahkan tidak tau itu yudansha yang hadir tingkat berapa saja setau saya asisten Shihan di sini adalah penyandang Dan 7.
Sesi latihan dibuka oleh asisten Shihan setelah sesi ukemi selesai Shihan Ake datang masuk saya memberi salam ke beliau. Shihan Ake ini salah satu orang yang sering muncul di videonya Sensei Hatsumi sepintas mirip dengan Shihan Manaka.
Saat latihan pokok kembali kebiasaan buruk saya muncul yaitu menggunakan tenaga otot, di Bujinkan seorang anggota Godan wajib menghilangkan kebiasaan buruk dalam menggunakan kekuatan otot.
Latihan diakhiri dengan sesi muto dori dan toho atau kenjutsu (teknik pedang).
Ada beberapa poin penting yang saya dapat dalam latihan di sini :
1.latihan ukemi dengan menggunakan pinggang dan tulang punggung karena ada bantingan tertentu yang tidak dapat diamankan dengan ukemi biasa.
2. Ada beberapa waza dalam densho yang sebetulnya memang dibikin aman untuk rekan latihan. Waza - Waza ini akan bisa maksimal jika dilatih bersama orang yang jago ukemi.
3. Lebih memperhalus teknik, perbanyak langkah dan untuk memudahkan gunakanlah prinsip yang diajarkan Shihan Shiraishi.

Ok sekian,  ini saya tulis dalam keadaan menahan kantuk.  Selamat malam.
Selamat berlatih.

Dojo Cho Bujinkan Indonesia

Prisotya Martadi
Godan, Shidoshi

Kamis, 26 April 2018

Training Trip Bangkok Thailand Bagian 1

Kebetulan kali ini secara tidak terduga saya dapat kesempatan berkunjung ke Bangkok.  Sama sekali tidak direncanakan jauh - jauh hari tau - tau dibeliin tiket,  jadi saya memang tidak kontak dengan Bujinkan Thailand sejak dari Bali.  Berangkat dari Bali tanggal 26 April 2018 jam 1 dini hari, di dalam pesawat dingin minta ampun saya tidak bawa jaket, saya gak bisa tidur sementara teman di samping saya sudah tidur. Sampai di Bangkok kita naik taksi ke penginapan kebetulan kita nginap di Phaya Thai dekat Dojo Pusat Bujinkan Thailand di Royal Thai Army Club. Sampai di penginapan saya memutuskan untuk tidur seharian,  dan sore setelah bangun saya coba kontak pihak Bujinkan Thailand untuk mohon ijin kunjungan dan ikut di kegiatan mereka, saya memperkenalkan diri sesuai dengan standar yang digunakan dalam Bujinkan (nama,  asal, dojio, tingkat,  silsilah guru). Oleh pihak Bujinkan Thailand saya dipersilahkan untuk ikut dalam kegiatan mereka.
Bersambung...

Prisotya Martadi

Selasa, 17 April 2018

Belajar Ninjutsunya Sensei Masaaki Hatsumi Dengan Benar

Belajar Ninjutsunya Sensei Masaaki Hatsumi Dengan Benar

Di Indonesia sebetulnya banyak peminat yang ingin belajar ninjutsu. Ada sebagian peminat yang cukup beruntung dan ada yang kurang beruntung. Yang beruntung adalah yang bisa ketemu dengan dojo yang benar - benar punya hubungan dengan Bujinkan Honbu dojo dan yang tidak beruntung adalah orang yang mungkin jadi korban penipuan dari orang yang tidak bertanggung jawab yang mengaku ngaku sebagai anggota Bujinkan, pernah belajar di Bujinkan dan sebagainya.
Pada dasarnya Bujinkan Honbu dan Sensei Masaaki Hatsumi telah memikirkan bagaimana supaya para peminat terhindar dari masalah penipuan yang dilakukan oleh orang - orang yang tidak bertanggung jawab yaitu dengan cara :
1. Penerbitan Meknyo atau sertifikat. Menkyo sebetulnya sudah ada secara turun temurun untuk membuktikan bahwa seseorang telah belajar dan mempunyai hubungan dengan suatu ryuha.
2. Penerbitan kartu anggota, dulu penerbitan kta dilakukan secara terpusat oleh honbu namun mulai tahun 2018 penerbitan dilakukan oleh Daishihan atau seijin dari Daishihan.
Para peminat diperkenankan atau malah sebaiknya menanyakan kepada pelatih atau gurunya apakah mereka mempunyai menkyo (sertifikat) atau ijin mengajar dari honbu sebagai suatu bukti bahwa yang bersangkutan betul - betul merupakan perwakilan dari Bujinkan.
Banyak juga orang yang berdalih secara salah kaprah bahwa ijin mengajar itu sama dengan frenchise. Jelas beda ijin mengajar dan sertifikat didapat bukan berdasarkan transaksi jual beli namun lewat proses belajar dan mengajar yang tidak singkat.
Lantas bagaimana sikap Bujinkan Indonesia terhadap para korban atau orang orang yang kurang beruntung? Dari awal kami telah menentukan bahwa setiap orang dapat belajar di dojo kami namun tidak boleh berafiliasi dengan organisasi atau perguruan ninjutsu di luar Bujinkan. Dengan kata lain kami siap untuk menerima tiap orang yang masuk asal yang bersangkutan sanggup untuk taat pada norma dan aturan yang ada di Bujinkan, untuk di Indonesia jelas dan tidak bisa ditawar adalah setiap pada Pancasila dan UUD 45.
Semoga bermanfaat.

Minggu, 14 Januari 2018

Pemindahan Pusat Perguruan Bujinkan Indonesia

Di tahun 2018 ini kami berencana untuk memindahkan pusat perguruan Bujinkan Indonesia kembali ke Yogyakarta dengan pusat kegiatan latihan di jalan Babarsari Yogyakarta.
Pemindahan ini tidak akan banyak berpengaruh pada dojo atau training group yang telah ada baik di Yogyakarta, Bali maupun Malang.  Diharapkan pemindahan ini membawa efek positif bagi pengembangan perguruan Bujinkan Indonesia mengingat karakter masayarakat dan generasi muda Yogyakarta adalah orang orang yang memiliki tekad belajar yang sangat tinggi.

Sabtu, 30 Desember 2017

Ronin

Ronin dalam sejarah Jepang berarti samurai tanpa tuan. Agak susah dibayangkan dalam dunia modern mengenai definisi ini.  Tanpa tuan ini dapat diartikan sebagai tidak bekerja untuk otoritas tertentu atau penguasa tertentu pada masa jepang kuno otoritas tertentu adalah daimyo atau penguasa wilayah dan shogun. Meski tanpa tuan ronin bukan berarti tanpa aliran atau sekolah dan bukan berarti ronin ini tidak berafiliasi dengan kelompok tertentu. Mungkin lebih mudah kita samakan dengan preman. Pengertian preman adalah orang bebas, orang di luar otoritas,  meski pada suatu saat tertentu preman bekerja untuk kepentingan otoritas namun dia bukanlah pegawai atau bagian dari otoritas tersebut. Sama seperti ronin, preman juga kadang berkelompok demi kepentingan mereka.  Pada jaman kuno ronin dipekerjakan secara freelance bisa sebagai eksekutor, prajurit bayaran maupun mata mata. Meski sifatnya secara umum adalah freelance ronin sering kali akhirnya bekerja secara tetap kepada otoritas tertentu sehingga statusnya sebagai ronin hilang.
Ronin yang tidak memiliki pekerjaan freelance tidak jarang mempertahankan hidupnya dengan cara merampok dan melakukan tindak kejahatan lainnya.
Lantas apabeda ronin dengan yakuza? Yakuza dapat dikatakan sebagai turunan dari ronin, sifat dan karakter yakuza dengan ronin ada beberapa perbedaan dan akan kita bahas dalam artikel tersendiri.

Rabu, 18 Oktober 2017

Togakure Ryu Masa Lalu Sekarang dan Yang Akan Datang

Bujinkan secara mendasar merupakan seni beladiri tradisional, umumnya orang belajar togakure ryu atau bujinkan awalnya bermotifkan ingin tau soal masa lalu atau dengan kata lain napak tilas. Inj merupakan motif awal yang baik.  Kadang dari golongan ABG ada motif belajar supaya keren,  motif yang aneh tapi masih bagus asal gak kebablasan.
Lantas apakah cara belajarnya ditekankan secara total pada aspek masa lalu? Tentunya tidak, Bujinkan atau togakure ryu adalah living arts atau seni yang hidup.  Pedoman memang diturunkan dari sejarah ryuha yang panjang dari masa lalu. Namun sisi adaptifnya juga dipelajari tanpa meninggalkan pakem masa lalu.  Riset dan penyegaran latihan ke honbu ke dojo bujinkan lain baik di dalam maupun di luar negeri juga diperlukan, mengikuti workshop, seminar dengan pelatih atau shihan juga diperlukan.
Di Bujinkan kita tidak dianjurkan untuk melakukan labeling pada orang karena orang yang kita temui saat ini akan punya kualitas yang berbeda dengan orang yang sama yang kita temui satu bulan kemudian. Jadi Bujinkan adalah seni beladiri yang mencakup masa lalu,  masa kini dan masa depan.

Minggu, 03 September 2017

KAPAN ADA DOJO NINJUTSU DI KOTA SAYA?? (Bagian II)



Pada bagian pertama kami menjelaskan soal persyaratan untuk adanya Dojo Bujinkan di kota tertentu, yaitu tentang mengumpulkan peminat dan diadakan seminar atau workshop yang mengundang pelatih dari Bujinkan. Memang sulit untuk mengumpulkan orang yang seminat apalagi yang baru kenal. Dalam artikel kali ini kami akan membongkar sedikit rahasia untuk mengumpulkan peminat.
1.       Bentuk komunitas yang sifatnya adalah studi group mengenai Togakure ryu atau Bujinkan di daerah anda. Perlu kami tegaskan bahwa komunitas yang anda bentuk ini belum merupakan cabang resmi dari Bujinkan melainkan komunitas atau study group di bawah binaan dari Bujinkan Indonesia. Mengapa demikian karena komunitas anda belum menerima pelatihan langsung dari Bujinkan Dojo. Anda belum diperbolehkan untuk memasang tulisan Dojo atau Shibu dalam iklan komunitas anda namun anda diperkenankan memberi judul misal “Togakure Ryu Ninjutsu Study Group Surakarta atau Togakure Ryu Community Surakarta” dan sebagainya sesuai dengan kota atau daerah anda.
2.       Beritahukan kepada kami bahwa anda sudah memiliki komunitas di sana dengan menyertakan file foto atau video kegiatan melalui massage di page fb atau email di website kami www.togakure-ryu.org
3.       Siapa yang bisa menjadi anggota komunitas anda?
Siapa saja bisa menjadi anggota komunitas anda yang penting secara prinsip orang tersebut tidak menjadi anggota perguruan ninjutsu lain selain Bujinkan.
4.       Apa yang menjadi kegiatan komunitas atau Study Group tersebut?
5.       Kegiatan dalam komunitas tersebut adalah latihan. Lantas bagaimana bisa latihan kan belum pernah dapat materi langsung? Sementara sebelum menerima pelatihan langsung anda bisa memperoleh bahan latihan seadanya melalui buku – buku tentang Bujinkan dan Sensei Masaaki Hatsumi, melalui video Bujinkan atau youtube jika anda bisa memperolehnya. Mengenai materi – materi yang direkomendasikan anda bisa menghubungi kami lewat message atau email.
6.       Perlu dicermati bahwa materi yang anda peroleh lewat buku maupun video belum merupakan materi sebenarnya apapun yang anda lihat dan anda pahami saat anda melihat video belum merupakan pemahaman aslinya. Mata anda bisa menipu anda. Untuk itulah mengapa dalam Bujinkan masih diterapkan tradisi kuden atau tradisi lisan dan penularan langsung.
7.       Batasi kegiatan dalam komunitas anda dengan hanya study soal Bujinkan supaya lebih memudahkan focus dan konsentrasi dari komunitas anda.
8.       Komunitas tidak diperkenankan untuk menerapkan system tingkatan karena system tingkatan hanya dapat diterima setelah pelatihan langsung.
9.       Baru setelah komunitas anda sudah siap baik secara quota maupun financial anda bisa mengundang kami ke daerah anda untuk memberikan pelatihan langsung.
10.   Selamat mencoba!!